MAKALAH PENELITIAN TENTANG LIMBAH TAHU

Posted by Ahmad Jauharul Sabtu, 23 Maret 2013 0 komentar
MAKALAH PENELITIAN TENTANG LIMBAH TAHU
Disusun oleh:
    Edy irawan
    M. Syafi’i
    Nur Fuad Adi Azka
    Yogi D


SMK Negeri 2 Pati
2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus.
Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah-limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan limbah rumah tangga.Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja.Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan.Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga.
B.   Tujuan
Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk :
1.    Mengetahui limbah yang dihasilkan dari suatu prusahaan/ indudtri
2.    Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah industry secara tegas
3.    Mengolah limbah industry menjadi barang yang berdaya guna
C.   Manfaat
Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat memberikan salah satu solusi penanganan limbah hasil dari proses pembuatan tahu








BAB II
LIMBAH DAN SELUK BELUKNYA

A.    Pengertian limbah
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. (sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia )
B.    Bentuk-Bentuk Limbah yang dihasilkan
Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat.Limbah mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya.Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb.Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
a.    Buangan Industri Tahu.
Industri tahu pada umumnya banyak menggunakan air dalam proses maupun untuk pencucian alat dan biji kedelai. Sebagian besar air yang telah digunakan langsung dibuang ke lingkungan. Beberapa jenis buangan dari industri tahu.


1.    Buangan padat
Pabrik tahu membuangan buangan padat pada saat pencucian yaitu berupa biji yang jelek. dan batu kerikil yang ikut dalam biji. Pada saat kedelai diproses menjadi susu kedelai dan disaring mengeluarkan ampas. Pemanfaatan limbah padat sampai pada saat sekarang adalah untuk makanan ternak. Juga dapat dibuat tempe gembus.
2.    Buangan cair
Sebagian besar dari buangan industri tahu adalah limbah cair yang mengandung sisa dari susu tahu yang tidak tergumpal menjadi tahu. Biasanya air limbah tahu mengandung zat organik misalnya protein, karbohidrat  dan lemak. Disamping zat tersebut juga mengandung padatan zat tersuspensi atau padatan terendap misalnya potongan tahu yang hancur pada saat pemrosesan yang kurang sempurna.  Padatan tersuspensi maupun terlarut tersebut akan mengalami perubahan fisik, kimia dan hayati yang menghasilkan zat toksin atau zat cemar lingkungan. Juga apabila dibiarkan dilingkungan akan menjadi busuk dan sangat mengganggu estetika. Dan juga akan mempengaruhi lingkungan.(Nurhasan,1991).
Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.(Lasantha,2001)
b.    Karakteristik Air Limbah Tahu.
1.    Temperatur
Temperatur  air limbah pabrik tahu biasanya lebih tinggi dari temperatur normal dibadan air. Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatan tahu selalu pada temperatur panas baik pada saat penggumpalan atau pada saat menyaring yaitu pada suhu 60 – 80oC.
Pencucian yang mempergunakan air dingin selama proses berjalan tidak mampu menurunkan suhu limbah tahu. Limbah panas yang dikeluarkan adalah sisa air susu tahu yang tidak menggumpal menjadi tahu, biasanya berwarna kuning muda dan apabila diperam dalam satu hari akan berasa asam.
2.    Warna
Warna air buangan transparan sampai kuning muda dan disertai adanya suspensi warna putih. Zat terlarut dan tersuspensi yang mengalami penguraian hayati dan kimia akan berubah warna. Hal ini merupakan proses yang merugikan, karena adanya proses dimana kadar oksigen didalam air buangan menjadi nol maka air buangan berubah menjadi warna hitam dan busuk.
3.    Bau
Bau air buangan industri tahu dikarenakan proses pemecahan protein oleh mikroba alam. Bau sungai atau saluran menyengat apabila disaluran tersebut sudah berubah an aerob. Bau tersebut adalah terpecahnya penyusun dari protein dan karbohidrat sehingga timbul bau busuk dari gas H2S.
4.    Kekeruhan
Padatan yang terlarut dan tersuspensi dalam air limbah pabrik tahu menyebabkan air keruh. Zat yang menyebabkan air keruh adalah zat organik atau zat-zat yang tersuspensi dari tahu atau kedelai yang tercecer atau zat organik terlarut yang sudah terpecah sehingga air limbah berubah seperti emulsi keruh.
5.    BOD
Padatan yang terdapat dalam air buangan terdiri dari zat organik dan zat an organik . Zat organik tersebut misalkan protein, karbohidrat,lemak dan minyak. Protein dan karbohidrat biasanya lebih mudah terpecah secara proses hayati menjadi amoniak, sulfida dan asam- asam lainnya. Sedangkan lemak lebih stabil terhadap pengrusakan hayati, namun apabila ada asam mineral dapat menguraikan asam lemak menjadi glicerol. Pada limbah tahu adanya lemak ditandai banyak zat-zat terapung berbentuk skum.
Untuk mengetahui berapa besarnya jumlah zat organik yang terlarut dalam air limbah tahu dapat diketahui dengan melihat besarnya angka BOD ( bio Chemical Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen biokimia ( KOB ). Angka BOD ini menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk keperluan aktifitas mikroba dalam memecah zat organik bio degradasi didalam air buangan, angka BOD dalam satuan mg per liter atau ppm ( part per million ) dan biasanya dinyatakan dalam beban yaitu gram atau kg per satuan waktu.
6.    COD
Para meter ini dalam air buangan menunjukkan juga zat organik, terutama zat organik non biodegradasi selain itu zat dapat di oksidasi oleh bahan kimia K2Cr2O7 dalam asam, misalnya SO3 ( sulfit ), NO2 ( nitrit ) kadar tinggi dan zat-zat reduktor lainnya. Besarnya angka COD biasanya lebih besar dari BOD, biasanya 2 sampai 3 kali besarnya BOD.
7.    pH   
pH dalam air limbah sangat dipengaruhi oleh kegiatan mikroorganisme dalam memecah bahan organik. Air limbah tahu cenderung asam, dan pada keadaan asam ini terlepas zat- zat yang mudah menjadi gas. (Nurhasan,1991).
Berikut ini adalah gambar limbah dari industry tahu :
C.    Proses Pembuatan Tahu dan Hasil Limbah
Proses pembuatan tahu dimulai dengan proses sortasi yaitu proses pemilihan kedelai yang baik. Dalam proses ini dihasilkan limbah padat kedelai hasil sortiran. Kemudian dilakukan perendaman kedelai selama kurang lebih 6 jam. Kemudian kedelai ditiriskan dan di cuci. Dalam proses ini dihasilkan limbah cair sisa cucian kedelai. Kemudian kedelai digiling sambil dialiori air mengalir.Bubur kedelai hasil penggilingan tersebut kemudian di encerkan dengan air kemudian di didihkan. Dalam keadaan panas bubur tahu disaring dengan kain blaco sambil dibilas air hangat sehingga susu kedelai dapat terekstrak keluar semua.Proses ini menghasilkan ampas yang kemudian akan dibuang sebagai sampah padat. Sari atau filtrat hasil penyaringan tadi ditampung dalam bak kemudian diberi air asam agar dapat menggumpal. Gumpalan tersebut ditampung dalam wadah atau cetakan tahu kemudian gumpalan tadi di press hingga terbentuk dari cetakan tahu tadi. Setelah dingin kemudian tahu dipotong potong. Dalam proses ini dihasilkan air limbah tahu yang bersifat asam.(Widie Kastyanto )
D.    Penanganan Limbah Tahu
Air limbah tahu adalah buangan yang mengandung unsur nabati yang mudah membusuk. Secara fisik dan kimia apabila dibiarkan dilingkungan akan mencemari lingkungan sekitarnya. Secara umum penanganan air buangan yang banyak mengandung zat organik dilakukan dengan cara:
a.    Cara fisika
Biasanya dilakukan pada awal penanganan yaitu pada saat pemilihan bahan kedelai pada proses penyaringan untuk memisahkan dari kotoran- kotoran yang tercampur.
b.    Cara kimia
Penanganan ini dengan menggunakan bahan kimia untuk :
Netralisasi air limbah.(lart asam sulfat,as klorida,as phosphat, batu kapur)
Pengendapan yaitu penambahan zat kimia dapat menetralkan logam berat dijadikan ikatan garam yang mudah mengendap sehingga mudah dipisahkan antara endapan logam berat larutan jernih yang bebas logam berat.
Penggumpalan yaitu proses terjadinya penggumpalan pada zat tersuspensi yang diubah menjadi gumpalan- gumpalan sehingga mudah mengendap.Proses ini biasanya dilakukan pada pengadukan cepat kemudian dilanjutkan dengan pengadukan lambat sehingga terbentuk flokulasi atau butiran gumpalan dari kecil bergabung menjadi besar. Zat penggumpal antara lain:alumunium sulfat,besi sulfat, poly alumunium klorida.
c.    Cara biologi
Dalam proses biologis terjadi penghancuran zat organik dari air limbah tahu oleh jasad renik. Mikroba tersebut dapat berupa bakteri, jamur atau ganggang. Zat tersebut mengubah bahan koloid menjadi sel, sedang sel yang terjadi karena berat dapat mengendap bersama lumpur dalam kondisi aerob dan anaerob. Beberapa cara biologi adalah:proses lumpur aktif,lapisan tritis,lagoon.bak kedap udara (anaerobik).(Nurhasan,1991)
BAB III
PENGOLAHAN LIMBAH

A.    Letak geografis pabrik tahu
Pabrik tahu berada di desa bermi kecamatan gembong kabupaten pati, desa bermi sebelah utara dan timur berbatasah dengan desa gembong, sebelah barat dengan desa glagah dan sebalah selatang berbatasan dengan desa banyuurip, posisi pabrik berada 3 km dari desa gembong letaknya berjauhan dari pemukiman warga. Pemasaran Tahu produksi desa bermi  biasanya dijual dipasar-pasar tradisional juga sampai keluar daerah.
B.    Pengelolaan Limbah Tahu
1.    Limbah cair
Air limbah tahu yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu biasanya oleh industri ditampung dibak penampungan air limbah sebelum dibuang kelingkungan dan ada juga yang dibuang langsung ke saluran irigasi.
a.    Gas bio.
Beberapa industri menggunakan bak penampungan dalam pengelolaan air limbah tahu. Bak-bak penampungan tersebut ada yang dibuat sistem kedap udara/ rapat udara dan ada yang sistem terbuka. Bak sistem kedap udara dengan proses anaerobik yang dapat menghasilkan gas alami (bio gas) yang kemudian ditampung dengan drum kemudian gas tersebut disalurkan melalui selang ke dapur yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan memasak.
Air limbah yang ditampung di bak- bak terbuka dibiarkan mengalir dan tergenang secara terbuka lalu mengalir ke saluran irigasi. Dalam hal ini bau busuk dari limbah tahu masih menyengat .
b.    Sebagai sumber pupuk pertanian
Air limbah tahu yang mengandung zat organik oleh industri langsung dibuang ke saluran irigasi dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanah pertanian. Air limbah tahu merupakan limbah organik mudah terurai dan baik untuk pertanian. Biasanya para petani mencari air untuk mengairi sawahnya dan memanfaatkannya. Selain itu air limbah tahu juga berguna untuk tambahan makanan ikan-ikan peliharaan disawah. Biasanya para petani yang mengelola ikan disawah secara rutin dan terus menerus mengaliri sawahnya untuk makanan ikan. Dan hasilnya pun ikan cepat besar.Namun apabila konsentrasi air limbah terlalu pekat, maka air limbah tahu dapat menjadi sumber pencemaran air persawahan dan kolam sehingga ikan- ikan yang dipelihara disawah dan dikolam akan mati.



2.    Limbah padat
Ampas tahu yang dihasilkan biasanya oleh industri tahu dijual untuk dimanfaatkan dalam pembuatan tempe gembus. Selain itu ampas tahu oleh peternak digunakan untuk pakan ternak sapi, kambing dan babi serta itik.
BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Limbah sebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industri, pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem, mencemari lingkungan serta memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat banyak memberi kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah industry sendiri.
B.    Saran
Limbah industri yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempatan limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman